Voiceoftimor.com ROTE NDAO-NTT

Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang kesembilan Kasus Pembunuhan Berencana yang merenggut Nyawa Marince Ndun, Istri Mantan Kepala Desa Oebela Marthen Luter Adu, Kamis (26/03/2020) dengan agenda mendengarkan Pembacaan Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Rote Ndao.

Tuntuntan jaksa penuntut umum Rote Ndao Anjar Purbo Sasongko, SH dalam kasus pembunuhan berencana di pengadilan negeri Rote Ndao terbilang cukup mencengangkan publik sebab Walaupun para pelaku mengakui perbuatannya serta sudah terbukti secara sah dan meyakinkan jika Ny. Marice Ndun dibunuh secara berencana, namun hukuman yang di tuntut oleh Jaksa penuntut umum hanya 14 tahun penjara.

Baca Juga:   Efraim Akui Tembak Ny.Marince Demi Uang Bangun Rumah

Hal ini dibenarkan oleh penasehat hukum Evrain Lau, Adimusa B Zacharias.selaku kuasa hukum Evrain Lau (eksekutor/pembunuh)

” Sesuai Fakta Persidangan Klien saya terdakwa Evrain Lau terbukti bersalah, sesuai rumusan Pasal 340 KUHP dan dituntut Hukuman selama 14 Tahun Penjara “, Kata Adimusa Zacharias Kepada wartawan, mengutip tuntutan Jaksa.

Baca Juga:   "Oh Yes" Sama Om - Om Istri Ditikam Suami.

Sementara,Terdakwa Marthen Luther selaku otak pembunuhan berencana yang juga merupakan suami sah dari Korban di dituntut Hukuman Pidana selama 16 tahun Penjara.

Di sisi lain, tuntutan hukuman bagi selingkuhan Marhen Luther, Belandina Henuk Adu yang juga sebagai otak pemnunuhan ditunda pembacaan tuntutan hukumnya, karena Penasehat Hukum terdakwa Belandina Henuk berhalangan hadir dalam persidangan  tersebut.

” Terdakwa Marthen Luther Adu (suami Korban) dituntut Hukuman selama 16 tahun Penjara dan tuntutan Pidana terdakwa Belandina Henuk ditunda dikarenakan Penasehat Hukum yang bersangkutan tidak hadir dalam Persidangan”, Ungkap Adimusa Zacharias

Baca Juga:   Ini Alasan,145 pelacur Karang Dempel (KD) Masih Menempati Lokalisasi.

Persidangan tersebut dihadiri Terdakwa Evrain Lau didampingi Kuasa Hukum Adimusa B Zacharias,SH dan terdakwa Marthen Luter Adu didampingi Kuasa Abdul Wahap,SH, Sementara Kehadiran Terdakwa Belandina Henuk tanpa didampingi Penasehat Hukum

Sidang ditunda dan digelar Kembali Selasa,07 April 2020, (SN/Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar