Voiceoftimor.com Amfoang -NTT, Politeknik Pertanian Kupang (POLITANI) melatih 25 kader PKK Desa Fatu Monas Kecamatan Amfoang Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tengara Timur untuk mengolah pangan lokal menjadi bahan makanan yang enak, bergizi dan berkualitas tinggi.

Tujuan pelatihan ini adalah sebagai bentuk upaya untuk bisa meningkatkan kehidupan ekonomi keluarga dan juga meningkatkan pendapatan asli desa.

Hal ini disampaikan oleh kepala Desa Fatu Monas Eliaser Agustinus Matamtasa saat membuka kegiatan pelaksaan pelatihan pangan lokal.Bertempat di desa Fatu Monas Jumat 14 Agustus 2020.

Menurutnya pelatihan ini juga sebagai ajang untuk mempersiapkan peserta dalam menanti hadirnya observatorium sebagai salah satu tempat wisata terbesar di ASIA. Tentunya dengan hadirnya tempat wisata ini akan mendapatkan kunjungan dari belahan wilayah baik Lokal,  Nasional,  maupun manca negara.

Baca Juga:   Calon DPD No.43 Martinus Siki, Disambut Rakyat Kabupaten Kupang

” Semoga dengan pelatihan ini masyarakat khususnya ibu- ibu bisa ikut membantu suami untuk meningkatkan kesejatraan ekonomi keluarga.” Tuturnya

“Dengan hadirnya Observatoium ini kita  perlu mempersiapkan berbagai kuliner dari pangan lokal agar bisa di jual bagi para pengunjung. Pangan lokal yang diolah ini juga di harapkan bisa menjadi salah satu bingkisan oleh -oleh bagi para pengunjung di wisata ini” tambah Eliaser.

Sementara itu ketua PPK Desa Fatu Monas Rimince Matamtasa mengaku sangat senang karena dengan adanya kegiatan pelatihan ini maka sumber daya manusia bagi para ibu PKK bisa di tingkatkan agar dapat dijadikan sebagai Ilmu untuk menunjang ekonomi keluarga.

” Saya sangat senang karena kami bisa mendapatkan pelatihan dari POLITANI. Semoga ilmu yang ada ini akan kami manfaatkan untuk dukung suami kami dalam mendukung ekonomi dalam rumah”.Urainya.

Baca Juga:   Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Lurah Metina Latih Rakyat Menjahit Dan Bagi Mesin Jahit

Sementara itu ketua program studi teknologi pangan Jhon Tibo Kana Tiri  saat diwawancarai  seusai melaksanakan pelatihan mengaku, jika tugas pelaksanaan pelatihan ini adalah bagian dari bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan untuk menunjang kamampuan masyarakat dalam meningkatkan sumber daya manusia di tingkat masyarakat, sehingga dengan adanya keahlian yang dimiliki masyarakat, akan mampu mengelolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang enak dan bergizi demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Dalam melaksanakan tugas pengabdian mereka, Jhon memboyong sejumlah dosen dan teknisi yang ahli dan lihai dalam memberikan pelatihan, Serta memberikan hasil yang sangat memuaskan bagi para peserta.

Baca Juga:   PN Oelamasi Mendapat Raport WBK Kerena Memutuskan Masalah Tepat Waktu, Di Tahun 2019

“Disini saya selaku ketua tim membawa sejumlah dosen yang ahli di bidangnya masing- masing. Mereka itu antara lain:
Eny Idayati. STP.M.Sc..Kepro Teknologi Rekayasa Pangan,
Naema Bora.STP.MSc.Kepala Lab.Teknologi Pangan,
Ir.Kartiwan. STP.MSc.Dosen Teknologi pangan,
Mediana Fallo.Amd.Teknisi Laboratorium teknologi pangan dan
Trifonia Mais.Teknisi Laboratorium Teknolgi pangan. mereka semua, memiliki keahlian yang sangat mumpuni untuk mendidik para peserta sehingga mampu mengolah pangan lokal secara baik, menjadi makanan yang sangat menggiurkan para konsumen” Sebut Jhon

Jhon berharap dengan adanya pelatihan ini maka Ibu PKK bisa memanfaatkan kemampuan yang ada untuk meningkatkan pangan lokal menjadi salah satu mata pencaharian dalam menunjang ekonomi keluarga. (Man)

KOMENTAR ANDA

komentar