Pose Bersama Masyarakat Fatu Kona

Voicetimor.com NTT| Oelamsi :  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kupang Fraksi Partai Keadilan Persatuan Indonesia ( PKPI)  Daud Ulu meminta pemerintah kabupaten kupang untuk memperbaiki jalan raya pada Desa Fatu Kona Kecamatan Takari kabupaten Kupang Khusunya pada Dusun 1 Nono Bifai dan Nono Haukolo karena sangat membahayakan pengendara mobil.

Dampak dari belum dikerjakannya jalan ini menyebabkan tarif mobil mahal ketika masyarakat hendak memasarkan hasil jualannya ke pasar.


 Jalan lain yang juga di minta  oleh Daud Ulu untuk diperbaiki oleh pemerintah adalah dusun 3 dan dusun 4  Desa Fatu Kona. Demikian disampaikannya pada saat reses 15/12/18 di desa Fatu Kona kecamatan Takari Kabupaten Kupang.
“Saya minta pemerintah perhatikan jalan ini, karena mereka sangat kesulitan untuk menjual hasil mereka ke pasar. ” Ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh warga setempat Johanis Lids (50) menurutnya ruas jalan pada Nono Bifai, Nono Haukolo sangat menyedihkan karena sudah sekian lama masyarakat sulit untuk melewati jalan tersebut. dikatakannya sudah sering kali terjadi kecelakaan baik itu kendaraan roda dua, empat bahkan kata Lids manusia yang melewati  jalan itupun terkadang bisa jatuh karena selain berlumpur, jalan itu juga licin.

Baca Juga:   PERUATI Indonesia Lakukan Pengobatan Serviks dan Kangker Payudara Gratis Di Kabupaten Kupang.

“Jalan ini sudah sering makan korban, jangankan kendaraan manusia yang lewat juga sangat sulit di musim hujan. ” Jelas Lids

               Jalan Pada Dusun Empat  Yang Masih Sedang Dikerjakan

Sementara mantan kepala desa Fatu Kona Johanes M Ola mengaku jalan Nono Bifai dan Nono Haukolo  bukan saja menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berlintas namun, jalan tersebut menjadi alasan terhambatnya kesejatraan masyarakat di desa Fatu Kona. 

Baca Juga:   Ini Seruan, Calon DPD No 43 Martinus Siki Kepada Warga Kabupaten Kupang.
Alasannya selama ini masyarakat tidak bisa menjual hasil ternak dan hasil pertaniannya dengan harga yang baik karena mereka terpaksa menjual saja dengan harga murah bagi tengkulak yang masuk ke sana.  Kalaupun mereka mau untuk menjual hasil mereka maka harus menyewa mobil dengan harga yang sangat mahal.
” Kami punya kesulitan di sini hanya Kami, bapak Daud dan Tuhan saja yang tahu. karena meskipun sudah menderita sekian lama namun tak ada yang memperdulikan masalah ini.Terangnya.

Baca Juga:   Dandim 1604 Kupang Ajak Wartawan Untuk Bekerja Sama Membangun Negeri

Kepala desa Fatu Kona Benzar Taboen juga mengakui jika apa yang disampaikan oleh masyarakat adalah fakta yang di alami oleh warga setempat. oleh karena itu dia mengharapkan kepada pemerintah supaya bisa membantu masyarakat menyelesaikan masalah jalan tersebut.

“Betul kami di sini sangat merasa kesulitan, karena ruas jalan dusun 1, 3 dan 4 masih sangat parah jadi mohon pemerintah memperhatikan jalan tersebut”.Tandasnya.

**Man##

KOMENTAR ANDA

komentar