HUKRIM

Sadis, Inilah Ungkapan 5 Saksi Dalam Kasus Penembakan Ny.Marince Ndun Di Rote Ndao.

Saksi lain, Jerhans Henuk menjelaskan kalau dirinya mengetahui Korban Marince Ndun pernah ada masalah dengan terdakwa Belandina Henuk pasalnya korban Marince Ndun pernah mencurigai terdakwa Belandina Henuk menjalin hubungan gelap dengan suaminya (terdakwa Marthen Luter Adu), Selanjutnya Yerhans Henuk menegaskan kalau terdakwa Marthen Luter Adu memiliki seorang istri sah yakni Korban Marince Ndun dan sejumlah istri tidak sah atau istri di luar nikah.

5 (Lima) Orang Saksi,Maksimus Adu, Antonia Balla, Daniel Giri, Abet Mbaen dan Yerhans Henukh

Voiceoftimor.com, Rote Ndao -NTT
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang keenam kasus Pidana penembakan yang menewaskan Marince Ndun, Istri mantan Kepala Desa Oebela, Kamis 20 Februari 2020

Dalam sidang lanjutan tersebut Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao menghadirkan 5 (lima) orang saksi yakni Maksimus Adu, Antonia Balla,Daniel Giri, Abet Mbaen dan Yerhans Henukh

Saksi Maksimus Adu menjelaskan, dirinya sempat mendengar bunyi tembakan yang diduga bunyi senjata api rakitan sekitar pukul 20.00 wita di rumah Korban Marince Ndun dan terdengar suara teriakan minta tolong. kemudian dirinya lari menuju rumah korban Marince Ndun dan sesampainya di rumah itu dirinya melihat korban Marince Ndun dengam posisi terbaring dan bersimbah darah serta tidak bernyawa lagi.

Maksimus Adu mengungkapkan dirinya selalu melihat terdakwa Belandina Henuk berada di Rumah milik Terdakwa Marthen Luter Adu (Suami Korban Marince Ndun), Pasalnya terdakwa Marthen Luter Adu dan Belandina Henuk menjalankan Bisnis semacam Koperasi simpan Pinjam, Ungkapnya.

Baca Juga:   Matius Alias Bojang Tikam Ramos Hingga Tewas Dalam Pesta

Saksi lain, Jerhans Henuk menjelaskan kalau dirinya  mengetahui Korban Marince Ndun pernah ada masalah dengan terdakwa Belandina Henuk pasalnya korban Marince Ndun pernah mencurigai terdakwa Belandina Henuk menjalin hubungan gelap dengan suaminya (terdakwa Marthen Luter Adu), Selanjutnya Yerhans Henuk menegaskan kalau terdakwa Marthen Luter Adu memiliki seorang istri sah yakni Korban Marince Ndun dan sejumlah istri tidak sah atau istri di luar nikah.

“Marthen Luter Adu memiliki seorang istri sah yakni Korban Marince Ndun dan sejumlah istri tidak sah atau di luar nikah yakni terdakwa Belandina Henuk, Susana Donggi dan Yane Adu” Tegas Yerhans Henuk kepada Majelis Hakim di ruang sidang utama P.N Rote Ndao

Baca Juga:   Luther Menyuruh Efrain Membunuh Istrinya Demi Mendapatkan Mobil Dari Selingkuhannya

Saksi Abet M Mbaen menjelaskan dirinya mengetahui kalau terdakwa Belandina Henuk dan terdakwa Marthen Luter Adu (suami Korban) pernah menjalani hubungan gelap dan mereka dikurniakan seorang anak yang bernama Sarah Adu, dan untuk saat ini terdakwa Marthen Luter Adu tinggal bersama anaknya sarah adu dan terdakwa Belandina Henuk selalu berada di rumah Sarah Adu tersebut, ungkapnya.

Usai Persidangan Amos A Lafu selaku Kuasa Hukum Terdakwa Belandina Henuk kepada wartawan mengatakan keterangan para saksi tersebut menguntungkan Kliennya. Pasalnya mereka tidak mengetahui kliennya bermasalah dengan Korban Marince Ndun dan mereka hanya mengetahui Kliennya memiliki hubungan gelap dengan Terdakwa Marthen Luter Adu hingga menghasilkan seorang anak yang bernama Sarah Adu, ungkap Amos A Lafu.

Menurut Amos Lafu pihaknya menyesalkan keterangan para saksi di persidangan karena mereka belum menjelaskan secara jujur hubungan antara kliennya dengan Marthen Luter Adu.

Baca Juga:   Hakim Menolak Eksepsi Terdakwa Pembunuhan di Rote Ndao

” Kami sesalkan keterangan para saksi, karena mereka belum menjelaskan secara jujur hubungan klien kami dan Marthen Luter Adu, seharusnya para saksi jelaskan secara jujur bahwa klien kami membangun dua buah rumah untuk Marthen Luter Adu, satu unit sepeda motor untuk anak Marthen Luter Adu dan hutang Marthen Luter Adu yang sering dilunasi Klien Kami Terdakwa Belandina Henuk”, ungkap Penasihat Hukum Amos Lafu.

Persidangan tersebut menghadirkan tiga orang terdakwa yakni terdakwa Marthen Luter Adu didampingi Kuasa hukum Abdul Wahab SH, Terdakwa Belandina Henuk didampingi Penasihat Hukum Amos Lafu,SH dan Igiardus Bana,SH dan Terdakwa Efrain Lau didampingi Penasihat Hukum Musa Zakarias,SH dari Pos bantuan Hukum Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Sidang ditunda dan digelar kembali kamis,27 Februari 2020,(SN/Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar

Baca Selengkapnya
Back to top button
error: Content is protected !!
Close
Close