Voicetimor.com Kab.Kupang|NTT : Sejumlah  Tenaga kontrak Kabupaten Kupang yang selama ini mengabdi di RSUD Naibonat sebagai Tenaga kontrak menangisi nasibnya karena namanya sebagai tenaga kontrak hilang ditahun 2019 padahal mereka sudah mengabdikan dirinya bertahun tahun untuk menolong pasien yang ada di Kabupaten Kupang. Sambil menangis mereka berseruh, Ya Tuhan, semoga  Pak Bupati Kupang bisa menolong kami pegawai yang lemah ini.
Salah satu tenaga kontrak Erni Baunsele  yang juga merupakan staf perawat RSUD Naibonat saat ditemui media ini Senin 29/07/19 bertempat di Aula RSUD Naibonat seusai mendengarkan pengumuman nama -nama tenaga kontrak  menangis  sejadi-jadinya ketika tahu namanya tidak dibacakan dalam SK sebagai pegawai kontrak.
Hal yang sama juga terlihat pada beberapa tenaga kontrak lainnya yang menangisi nasibnya seusai tahu namanya sudah tiada sebagai tenaga kontrak ditahun 2019. padahal mereka mengaku selama ini mereka sudah bekerja maksimal.

Erni mengaku jika dirinya sudah bekerja sejak tahun 2014 hingga saat ini. Menurutnya semua administrasi juga lengkap namun entah kenapa namanya lenyap di tahun 2019 sebagai tenaga kontrak.

Sambil mengusap air matanya dia mengatakan jika dia sangat terpukul dan sedih dengan peristiwa ini.
” Ketika saya tidak dapat surat undangan dari pak dirud saya sudah cemas dan sedih karena nama saya pasti tidak akan ada dalam SK,padahal saya sudah bekerja secara profesional, secara administarsi saya lengkap. Pak wartawan terus terang saya juga tidak tau apa itu politik saya hanya berharap Tuhan bisa menjamah hati bapak  Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan bapa ibu dewan untuk bisa menolong kami para pegawai kecil ini. Kami tidak punya kekuatan untuk melawan namun kami hanya berharap Tuhan bisa menjamah hati para  pemimpin daerah ini” ucapnya dengan hati hancur dan linangan air mata.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Rosdiana yang selama ini bekerja  sebagai pegawai loundry. Menurutnya dia sudah bekerja selama 9 tahun sejak dibukanya rawat inap di rumah sakit Naibonat ini namun sayang namanya hilang di tahun 2019. Menurutnya dia sangat sedih dan sakit hati.
” Saya sudah bekerja hampir 9 tahun.5 tahun sebelumnya saya bertugas di dapur rumah sakit dan sudah hampir 4 tahun saya di loundry rumah sakit,saya selalu hadir tepat waktu untuk mencuci seprei dan selimut untuk kebutuhan pasien dan rajin masuk kantor namun entah kenapa nama saya tidak ada.”tuturnya.
“Saya harap Tuhan hadir dalam hati Bupati Kupang, Wakil Bupati, Sekda dan para Dewan   untuk bisa menolong kami pegawai kecil ini karena kami tidak ada kemampuan untuk melawan kecuali Bupati dan Dewan berpihak kepada kami lewat kasih Tuhan.”Tambahnya sambil mengusap air matanya.

Rosdiana dan Erni yakin Tuhan akan menjamah hati pemimpin daerah ini untuk bisa mengeluarkan kebijakan politik yang baik tanpa mengorbankan pihak lain dalam kepemimpinan daerah ini. Sebab bagi mereka pemimpin hadir untuk memberikan pertolongan bagi yang lemah bukan menindas kaum lemah.
” Kami sangat yakin jika kami bukan target mereka yang berkuasa saat ini untuk menghancurkan kami namun ada pihak lain yang menggunakan kekuasaan pemerintah saat ini untuk “membunuh” kami.  Semoga kami bisa diterima untuk kembali bekerja agar tidak kehilangan pekerjaan yang sudah kami lakukan untuk mendukung kemajuan di Kabupaten Kupang”.Harap Erni dan Rosdiana yang diaminkan oleh pegawai lainnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD kabupaten Kupang Yohanes Masse dan Anggota DPRD Tome  yang ditemui terpisah Senin,29/07/19 seusai didatangi puluhan tenaga kontrak yang didampingi oleh KTU RSUD Naibonat Maher Ora, Komite Keperawatan Stefen Ndoen dan Kabid penunjang  Korinus Tabelak mengatakan masalah tenaga kontrak ini akan di perhatikan secara baik dan dia berjanji untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah eksekutif agar nama-nama tenaga kontrak tersebut bisa diakomodir kembali.Pasalnya menurut Masse dana untuk tenaga kontrak sudah ada dan disetujui sejak tahun 2018 dalam rapat paripurna. Dia yakin jika kesalahan atau kekeliruan ini ditimbulkan di tingkat OPD.Oleh karena itu dia berjanji untuk tetap memperjuangkan aspirasi para tenaga kontrak yang namanya hilang untuk bisa diakomodir kembali.

Baca Juga:   Video Ketua Komisi 3 DPRD Kupang Marahi Pemilik Pabrik Tahu Karena Limbahnya Berbau Busuk.
” Saya berjanji untuk membangun komunikasi dengan pihak eksekutif untuk bisa kembali mengaktifkan teman- teman sekalian. Oleh karena itu pulang dan kembali bekerja seperti biasa dan paling lambat selesai sidang perubahan kita akan masukan kembali nama bapak ibu semua.
Nanti saya sampaikan kepada dirud untuk tidak usah takut masukan nama- nama yang sudah ada sebab bagaimanapun mereka sudah mendukung pemerintah untuk memajukan daerah ini saya juga perlu mengingatkan pemerintah untuk tidak memberhentikan tenaga kontak yang selama ini sudah mengabdi diatas 5 tahun, sehingga mereka bisa di perhatikan untuk diangkat sebagai PNS bagi mereka yang umurnya sudah 35 Tahun keatas dan ingat mereka diangkat tanpa melalui tes” Tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan direktur Rumah Sakit Erol Nenobais belum berhasil di temui.*** Man#

KOMENTAR ANDA

komentar