ROTE NDAO -NTT
Voiceoftimor.com

Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang ke sepuluh Kasus Pembunuhan Berencana yang menewaskan Marince Ndun,Istri Mantan Kepala Desa Oebela (terdakwa Marthen Luter Adu), Kamis,(02/04/2020).

Dalam sidang ke sepuluh ini Blandina Henuk di tuntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum, karena diduga kuat telah bersekongkol dengan Marthen Luhter (selingkuhannya) untuk menyewah evraim Lau (eksekutor) menghabisi nyawa istri Marthen Luter sehingga mereka berdua bisa menikah.

Baca Juga:   Efraim Akui Tembak Ny.Marince Demi Uang Bangun Rumah

Hal ini tertuang dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Anjar Purbo Sasaongko,SH dari Kejaksaan Negeri Rote Ndao. Dalam sidang ke sepuluh dengan agenda mendengarkan tuntutan jaksa.

Amos A Lafu,SH selaku Penasihat Hukum dari terdakwa Belandina Henuk usai persidangan kepada Wartawan mengakui jika  dalam persidangan tersebut Jaksa Penuntut Umum meminta Majelis Hakim pengadilan Negeri Rote Ndao  menjatuhkan Hukuman 15 Tahun Penjara kepada Kliennya Belandina.

Baca Juga:   DPRD Rote Ndao Minta 15 ASN Ex Napi Koruptor Di Usut

“Klien saya dituntut 15 Tahun Penjara oleh kejaksaan negeri, karena di duga kuat ikut terlibat dalam rencana pembunuhan berencana yang menewaskan Ny. Marice Ndun”, Kata Amos Lafu mengutip bacaan tuntutan jaksa.

Amos Lafu,SH

Kendatipun demikian menurut Amos, kliennya masih mendapatkan keringanan hukum dari jaksa penuntut umum  .

“Dalam tuntutan itu, ada hal yang memberatkan klien saya karena perbuatan terdakwa menyebabkan matinya Korban dan hal yang meringankan terdakwa yakni terdakwa bersikap Sopan selama persidangan, terdakwa mengakui secara jujur perbuatannya, terdakwa belum Pernah dijatuhi Pidana” Ungkap Amos Lafu.

Baca Juga:   SMS "Sayang Esok Ketemu" Ke Istri orang, Pegawai Kantor Camat Dan Warga Saling Tinju Hingga Babak Belur

Pada persidangan sebelumnya terdakwa Marthen Luter Adu dituntut hukuman 16 tahun penjara dan terdakwa Evrain Lau (eksekutor) dituntut hukuman hanya 14 tahun Penjara.

sidang ditunda dan digelar Kembali,kamis 09 April 2020,(SN/Nasa/Man)

KOMENTAR ANDA

komentar