Voiceoftimor.com

Terdakwa Eksekutor di Vonis 11 Tahun, penyewa pembunuh 12 Tahun penjara , otak (aktor intelektual) pembunuh bayaran 13 Tahun penjara

ROTE NDAO-NTT
Pengadilan Negeri Rote Ndao kembali menggelar sidang Ke tiga belas Kasus Penembakan yang menewaskan Marince Ndun, Istri Mantan Kepala Desa Oebela Marthen Luter Adu, Senin 04 Mei 2020.

Sidang dengan agenda mendengarkan Amar Putusan (vonis) dari Majelis Hakim yang mengadili perkara pidana yang melibatkan suami Korban (terdakwa Marthen Luter Adu) sebagai Perencana, dalam Pembacaan amar Putusan tersebut Majelis Hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pembunuhan secara berencana sesuai rumusan 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP.

Baca Juga:   Efraim Akui Tembak Ny.Marince Demi Uang Bangun Rumah

“Majelis Hakim menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana”, Kata Adimusa B Zacharias,SH selaku Penasihat Hukum dari Pos Bantuan Hukum pengadilan Negeri Rote Ndao yang mendampingi terdakwa Evrain Lau (eksekutor) dalam persidangan tersebut.

Menurut Adimusa Zacharias Kliennya terdakwa Evrain Lau dihukum penjara selama 11 tahun, Terdakwa Belanda Henuk di Hukum Penjara 12 Tahun dan Terdakwa Marthen Luter Adu (Suami Korban) di Hukum 13 tahun Penjara.

“Evrain Lau dihukum 11 tahun Penjara dengan Pertimbangan dibayar oleh Belandina Henuk untuk  membunuh Marince Ndun (korban),  Terdakwa Belandina Henuk dihukum 12 tahun Penjara dengan pertimbangan  mencari pembunuh dan membayar pembunuh untuk menghabisi nyawa  korban  sebagai akibat dijanjikan akan dinikahi oleh terdakwa marthen Luter Adu,  dan untuk  terdakwa Marthen Luter Adu  dihukum 13 tahun tahun Penjara dengan pertimbangam menyuruh Terdakwa Belandina Henuk mencari pembunuh dan memberikan uang Rp 9.000000 kepada terdakwa Belandina Henuk dengan tujuan menghabisi nyawa istrinya (Korban Marince Ndun) dan terdakwa Marthen Luter Adu berjanji akan menikahi terdakwa Belandina Henuk setelah istrinya Marince Ndun dibunuh”, Tegas Adimusa Zacharias.

Adimusa Zacharias menjelaskan usai pembacaan amar Putusan oleh Majelis Hakim para terdakwa berikan kesempatan selama 7 hari untuk berpikir.

Baca Juga:   Iklan idulfitri DPRD DAUD ULLU

” Para terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum diberikan kesempatan selama 7 hari untuk berpikir apakah menerima putusan atau menyatakan Banding ” ungkapnya.

Sebelumnya Pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao menjerat ketiga terdakwa dengan Dakwa Primer Pasal 340 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) Ke (1) KUHP “Barang Siapa menghilangkan nyawa orang lain dengan rencana terlebih dahulu diancam dengan pidana mati atau penjara seumur atau dalam kurun waktu 20 tahun” dan dakwaan Subsider pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) Ke (1) KUHP.

Baca Juga:   Inilah 40 DPRD Kabupaten Kupang Yang Akan Mewakili Aspirasi Rakyat Masa Bakti 2019-2024

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Beaty D Simatauw,SH,MH dan Bantt dua Hakim anggota yakni Rosihan Lutfhi,SH dan Abdy Ramansyah,SH.

Pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao di hadiri Jaksa Penuntut Umum, Anjar Purbo Sasongko,SH dan Andri Kristanto,SH.

Terdakwa Evrain Lau didampingi Kuasa Hukum Adimusa Busimon Zacharias,SH sementara terdakwa Belandina Henuk dan Marthen Luter Adu tidak didampingi Kuasa Hukum.(Nasa)

KOMENTAR ANDA

komentar