Ketua DPRD Kabupaten Kupang
Voicetimor.com Oelamasi | NTT: Ketua  Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kupang Yosef Lede meminta tenaga kontrak dan honorer daerah supaya jangan cemas dan takut di rumahkan oleh pemerintah kabupaten Kupang.dia menegaskan tidak ada pemberhentian tenaga kontrak atau tenaga Honorer.

Langkah Pemerintah untuk merumahkan/ meliburkan sementara ini, kata dia bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tenaga kontrak yang selama ini mengabdi pada instansi pemerintahan kabupaten Kupang.

 hal ini disampaikannya pada kamis 10/1/19 bertempat di Oelamasi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kupang setelah melaksanakan sidang evaluasi badan anggaran DPRD Kabupaten Kupang dan TAPD pemerintah.

Menurutnya sesuai dengan penjelasaan Plt. Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sidang, bahwa tujuan pemerintah meliburkan para tenaga kerja tersebut, bukan untuk diberhentikan atau dipecat melainkan mereka hanya dirumahkan sementara, sehingga bisa di evaluasi kinerjanya oleh pimpinan Pimpinan OPD masing – masing, supaya para pekerja  benar – benar menunjukan disiplin kerja yang baik ,bertanggung jawab, taat asas, loyal, dan berdedikasi tinggi  dalam menunjang  pembangunan di Kabupaten Kupang.

“Tadi pak plt.Bupati Kupang Korinus Masneno sudah sampaikan dalam sidang, jika yang dirumahkan ini bukan untuk di berhentikan atau di pecat, tapi mereka hanya akan dievaluasi kinerjanya.”Tuturnya.

Dia menjelaskan, Langkah untuk merumahkan tenaga kontrak dan honorer juga dilakukan oleh pemerintah untuk membenahi tenaga kerja yang selama ini tidak sesuai dengan latar belakang ilmunya. Semisalnya seorang guru bekerja sebagai satuan polisi pamong praja, ataukah serjana komputer bekerja sebagai cleaning servis dan lain- lain. Bagi Yosef, semua ini harus dibenahi, Sehingga dengan demikian kinerja yang di miliki oleh para tenaga kontrak dan honorer benar benar profesional dan proporsional.

Dia juga menghimbau kepada  para pimpinan OPD supaya benar- benar obyektif dan transparan dalam memberikan penilaian kepada mereka yang selama ini sudah mengabdikan dirinya di kabupaten Kupang sebagai tenaga Kontrak dan Honorer , karena bagaimanapun juga tenaga kontrak dan tenaga Honorer daerah memiliki andil yang kuat didalam menunjang kinerja PNS untuk membangun daerah ini.

harapannya, pimpinan OPD dan pimpinan kepala daerah serta pejabat Teras lingkup Kabupaten Kupang harus mengedepankan rasa kemanusiaan dan kepedulian bagi para pekerja yang sudah bekerja mendukung pembangunan kabupaten Kupang. Karena rata-rata semua pekerja yang ada di kabupaten Kupang memiliki tanggungan keluarga.

“Saya harap mereka yang akan menentukan nasib tenaga Kontrak dan Honorer harus benar – benar mengedepankan rasa keadilan dan kemanusiaan”.tegasnya.

Dia melanjutkan, sebagai pimpinan lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kupang pihaknya bersama pemerintah ,telah menetapkan anggaran bagi para tenaga kontrak dan honorer pada 31 Desember 2018 untuk dibiayai lanjut, mulai 1 Januari 2019 hingga 31 Desember tahun 2019. Oleh sebab itu  dia  yakin, kepala daerah dan Sekda tidak akan mungkin mengingkari kesepakatan bersama, lewat forum sidang dewan kabupaten Kupang untuk membiayai tenaga kerja di tahun 2019 dengan menganti para pekerja. kalaupun  ada tenaga kontrak yang akan diberhentikan kata Lede , itu mungkin karena mengundurkan diri sebagai tenaga kontrak atau honorer daerah.

“Kami sudah sepakti anggaran tahun 2019 untuk tenaga kontrak dan tenaga honorer yang ada, sesuai jumlah pekerja. jadi otomatis tidak akan ada pemberhentian” ungkapnya.
 
“pimpinan eksekutif  yang ada di sini, ditunjuk Oleh Tuhan, bukan untuk merancang kecelakaan bagi rakyat yang di pimpinnya, namun mereka di Tunjuk Tuhan untuk membawa kesejatraan bagi rakyat yang di pimpinnya” Tutupnya.**Man##


KOMENTAR ANDA

komentar

Baca Juga:   Komandan Brigif 21 / Komodo NTT Minta Prajurit Perbatasan Tetap Siaga